NOTULA KEGIATAN

RAMADHAN DI KAMPUS UNIVERSITAS GADJAH MADA 1441 H

Nama Kegiatan

TemaPembicaraHari, TanggalTempatWaktuPenulis Notula

Safari Ilmu di Bulan Ramadhan (Samudra)

Peran Filantropi Islam dalam Mengentaskan Kemiskinan dan Ketimpangan Sosial

Akhmad Arwyn Imamur Rozi, S. T., MBA

Sabtu, 25 April 2020Youtube15:30 – 16:40 WIBAdhitya Alfath Alfadholi

KETIKS.COM – Samudra Ramadhan Di kampus UGM


Viandika Eko Pradipta (Moderator)


            Segala puji bagi Allah SWT. Rab yang Maha Pencipta dan Maha Agung yang senantiasa memberikan banyak nikmat pada makhluk-Nya. Semoga kita termasuk hamba-Nya yang senantiasa bersyukur. Shalawat serta salam marilah kita haturkan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Beliaulah sang teladan yang sesungguhnya. Sang inspirator dan motivator yang selayaknya kita sebagai umatnya mengikuti sunah-sunah beliau. Alhamdulillah marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT  karena atas nikmat-Nya sehingga kita dapat berkumpul disini pada acara Safari Ilmu di Bulan Ramadhan ini. Pada hari ini kita memasuki kajian Samudra yang pertama. Insyallah kita akan melanjutkannya dengan tema Peran Filantropi Islam dalam Mengentaskan Kemiskinan dan Ketimpangan Sosial dan akan diisi beliau yang terhormat Bapak Akhmad Arwyn. Untuk mempersingkat waktu langsung saja kami persilakan kepada Bapak Akhmad Arwyn kami persilakan.

Akhmad Arwyn Imamur Rozi, S. T., MBA (Pembicara)

Terima kasih kepada teman-teman panitia Ramdahan Di Kampus UGM atas kesempatannya berbagi bersama jamaah sekalian pada kajian Samudra pada sore kali ini yang diberikan tema oleh panitia mengenai tema Peran Filantropi Islam dalam Mengentaskan Kemiskinan dan Ketimpangan Sosial. Jadi tema ini sebenarnya tema yang sangat besar dan luas. Hanya memang waktu yang singkat ini mungkin kita ambil kasus yang spesifik saja. Jadi kalo kita berbicara tentang filantropisme Islam ada beberapa hal bahwa ada zakat, infaq, sodaqoh waqaf. Hanya memang pada kesempatan kali ini  hanya akan mengulik bagaimana peranan zakat dalam mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan. Jadi kita spesifik pada zakat.

Profil Filantropi Indonesia  

Secara sederhana makna filantropisme adalah kedermawanan. Jadi bagaimana kita mengeluarkan apa yang ada di kita untuk berbagi kepada orang lain baik berupa harta, waktu dan sebagainya. Data dari Charity Aid Foundation pada tahun 2018, sebenarnya Indonesia itu menjadi negara yang paling filantropis di dunia. Indonesia itu nomor satu sebagai negara dengan indeks rangking kedermawan tertinggi di dunia. Indonesia sebagia negara paling dermawan di dunia secara rata-rata. Disitu ada beberapa parameter yang diukur :
1. Membantu secara tenaga
2. Membantu secara uang
3. Membantu secara waktu/kevolunteran

Jadi ada faktor atau dorongan orang melakukan donasi yang bisa jadi tidak semata-mata karena masalah keuangan. Artinya ada suatu dorongan lain. Di Indonesia sendiri walaupun termasuk negara berkembang. Indonesia diatas negara maju dalam hal berderma. Karena sebagian besar masyarakat Indonesia didorong selain kemampuan dalam hal hartanya, waktunya dan tenganya juga didorong suatu ideologi dan view yang ada di benak masyarakat Indonesia di dalam ajaran Islam sehingga melakukan derma.

Profil donasi uang di Indonesia dengan persentase orang yang melakukan donasi adalah 78%. Ini nomor dua di dunia dibawah Myanmar dengan peresentase 80%. Kemudian berdasarkan profil umur pemberi donasi, orang Indo yang paling banyak melakukan donasi itu umurnya yang sudah stabil dengan uang yaitu umur 50 ke atas. Jadi 30,6 % umur 50 ke atas. 30,5 % umur 30-49 tahun. Untuk umur 19-29 tahun 25,2 %. Untuk donasi uang tentu terkait dengan kestabilan keuangan. Dan direntang umur 50 ke atas dan 30-49 keuangan itu stabil dibandingkan umur dibawahnya.

Untuk profil donasi waktu berupa volunter misal menjadi panitia acara, mengurus yayasan dan segala macam. Indonesia menjadi nomor satu di seluruh dunia.  Karena orang-orang Indonesia tidak keberatan dalam meluangkan banyak waktunya untuk melakukan donasi kepada masyarakat berupa kegiatan kemasyarakatan, kegiatan sosial dan kegiatan yang lain. Untuk profil umurnya, yang mendominasi adalah umur-umur produktif yaitu umur 30-49 tahun di angka 22%. Kemudian untuk umur 19-29 tahun di angka 21,4 %. Dan umur 50 ke atas di angka 19,8 %. Jadi kalo secara umur orang-orang di usia produktif ini. Orang-orang yang berusia 19-49 tahun itu paling banyak aktif dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat donasi waktu untuk sesama.

Fakir, Miskin, dan Kesenjangan dalam Islam

Kemiskinan dan kesenjangan merupakan sunnatullah yang tidak bisa dihilangkan. Islam tidak pernah berbicara mengenai menghilangkan kemiskinan namun bagaimana meminimalisir kemiskinan dan mencapai kesejahteraan. Nah salah satu instrumen untuk memninimialisir kemiskinan adalah zakat dan penyalurannya. Maka dalam kesempatan kali ini kita akan fokus pada zakat. Bagaimana zakat di Indonesia dan bagaimana zakat ini bisa mengentaskan dan meminimalisir terkait dengan kemiskinan dan kesenjangan yang ada.
Fakir adalah kondisi seseorang yang tidak memiliki harta dan upaya untuk memenuhi kebutuhannya. Jadi maksudnya kebutuhan pokok bukan keinginan. Sedangkan miskin adalah seseorang yang hanya dapat mencukupi separuh dan lebih dari separuh dari kebutuhannya namun tidak mampu untuk memenuhi seluruh kebutuhannya.

Profil Kemiskinan dan Kesenjangan di Indonesia

Garis kemiskinan adalah suatu garis yang didefinisikan oleh BPS. Kalo pada tahun 2019 ini kalo tidak salah diangka Rp.404.000,00 per bulan sehingga kalo dibagi per bulan satu bulan misal 30 maka diangka Rp.14.000,00 per hari. Jadi ketika seseorang itu tidak bisa memiliki penghasilan untuk dibelanjakan sebesra Rp.14.000,00. Itu bisa dikategorikan seseorang yang berada di garis kemiskinan. Nah kalo kita lihat trennya setiap tahun selalu terjadi penurunan persentase masyarakat yang berada di garis kemiskinan walaupun potret kemiskinan semakin berkurang secara persentase namun untuk kesenjangan semakin meningkat.

Kalo dibandingkan dengan nagara OKI, persentase Indonesia kalo dibandingkan dengan Bangladesh, Pakistan, Nigeria, Mali yang termasuk negara OKI Indonesia itu termasuk kategori atas dalam jumlah penduduk miskin. Sedangkan kalo di dunia Indonesia menyumbang seluruh 12,3 % jumlah orang miskin di dunia. Indonesia termasuk negara dengan kesenjangan sosial yang tinggi.

Potret Kemiskinan di Indonesia

Data dari BPS, untuk Jawa sendiri persentase penduduk miskinnya paling tinggi dari pulau lain. Untuk persentasenya pulau Jawa di angka 6,36 % di kawasan perkotaan dan 12,01 % di kawasan pedesaan. Jadi Jawa yang paling banyak orang miskinnya walaupun kita tahu di Jawa juga banyak orang-orang makmur juga.

Potensi dan Realisasi Zakat di Indonesia   

Zakat ini memang suatu bagian dari filantropisme Islam yang khusus bahkan masuk kedalam rukun Islam dan di dalam Al quran sendiri juga disebutkan spesifik mengenai zakat misal pada surah At Taubah ayat 103. Jadi surah At Taubah ayat 103 itu ada instruksi untuk mengambil zakat. Jadi zakat ini memang suatu kewajiban dari Allah untuk kita.

Dari BAZNAS pada tahun 2019 tentang statistik zakat di Indonesia. Jadi kalo kita lihat masih ada jurang yang sangat lebar antara zakat yang berhasil diambil dengan potensinya. Potensinya masih jauh lebih tinggi karena zakat yang berhasil dicollect itu masih di angka 1% jadi sangat jauh lebih tinggi lagi dan harus bisa dioptimalkan. Makanya dari BAZNAS sendiri sudah ada terobasan misalkan ada kode QR untuk menyumbang zakat.

Jadi potensi sebenarnya sangat tinggi untuk potensi zakat persoanal/individu sampai di angka 200 triliun. Sedangkan untuk potensi zakat perusahaan diangka lebih dari 250 triliun. Hanya saja kalo kita lihat data dari tahun 2017 tersebut itu realisasi yang berhasil dicollect oleh masyarakat itu masih diangka 2,79 triliun artinya masih dia angka 1,58 %. Pada potensi zakat perusahaan yang lebih dari 250 triliun realisasi yang berhasil didapatkan oleh BAZNAS dan jaringannya cuma di angka 307 M atau di angka 0,12 %. Jadi potensinya masih sangat tinggi untuk direalisasikan di masa yang akan datang.

 

Penerimaan BAZNAS

BAZNAS juga menerima selain zakat. Dari data baznas tahun 2018, jadi proporsi tertinggi penerimaan itu adalah zakat mal untuk individu yaitu di angka 44,75 %  atau 2,78 triliuan. Kemudian penerimaan yang kedua terbesar yang masuk ke BAZNAS adalah penerimaan dari  infaq individual di angka 26,53 % atau 1,65 Triliun. Baru kemudian ada zakat fitrah dan seterusnya.

 

Profil Penyaluran Zakat

Untuk profil penyaluran zakatnya bahwa asnaf fakir rmiskin dijadikan satu klarisfikasi itu penyalurannya jelas yang paling tinggi karena jelas prioritas yaitu sebesar 69,06% pada tahun 2017. Lalu kemudain yang kedua adalah fiisabilillah. Jadi dua asnaf yang paling besar menerima zakat adalah fakir miskin dan fiisabillilah.

 

Penerima Penyaluran Zakat Menurut Sektor

Untuk profil penerima penyaluran zakat menurut sektor yang bersumber pada data BAZNAS tahun 2019 dari yang paling besar :
1. Untuk dana sosial kemanusiaan
2. Untuk dakwah
3. Untuk kesehatan
4. Untuk pendidikan
5. Untuk sektor ekonomi.
Jadi untuk sektor penerima penyaluran zakat lebih banyak ke sektor perlindungan sosial. dan untuk sekotr ekonomi diangka yang cukup rendah.

 

Metode Analisis (Murniati dan Beik 2013)   

         
–  H = Headcount Ratio Index : Indikator yang mengukur jumlah orang miskin yang
berada di bawah garis kemiskinan. Garis kemisknan per September 2019 adalah Rp.
440.538/kapita/bulan. Jadi kalo dibawah itu artinya dia masuk kategori orang miskin.
–   P1 = Poverty Gap Index : Mengukur jarak rata2 pendapatan agregat komunitas orang
miskin terhadap garis kemiskinan
–   I = Income Gap Index : Mengukur prosentase rata-rata kesenjangan pendapatan setiap
orang miskin terhadap garis kemiskinan.
–    P2 = Sen Index of Poverty : indeks keparahan kemiskinan menggambarkan
ketimpangan pendapatan antar penduduk miskin

 

Pengaruh Zakat untuk Pengentasan Kemiskinan

Jadi kalo kita lihat ada pengaruhnya. Pengaruh zakat utnuk pemberantasan kemiskinan. Jadi kalo yang headcount ratio index itu sebenarnya sama semua angkanya dari 0 sampai 1. Jadi semakin mendekati 0 itu artinya semakin sedikit jumlah orang yang berada dibawah garis kemiskinan. Kalo mendekati 1 itu artinya semakin banyak jumlah orang yang berada dibawah garis kemiskinan. Artinya program zakat ini akan berdampak positif jika periode setelah disalurkan zakatnya itu persentase head ount ratio index itu makin menurun maka semakin bagus. Artinya program penyaluran zakat ini berdampak postif terhadap pengurangan kemiskinan dan kesenjangan di Indonesia. Begitu juga dengan poverty gap index, income gap index dan sen index gap index. Jadi semakin mendekati 0 maka semakin bagus programnya dan memberi dampak postif dan mendekati satu maka semakin artinya programnya itu tidak berhasil.

Dampak Zakat dari BAZNAS

Kalo kita menggunakan data dari BAZNAS. BAZNAS menggunakan had kifayah sebesar Rp.772.088,00 kapita/bulan hampir dua kali lipat dari standar garis kemiskinan dari BPS. Jadi kalo dibawah angka itu  perbulan yang didapatkan artinya dia masuk kategori miskin yang menjadi target penyaluran dari BAZNAS.
Selain itu BAZNAS juga menambahkan metode P3 yaitu indeks FGT. Itu menunjukkan keparahan tingkat kemiskinan dengan nilai antara 0-1. Semakin mendekati 0 maka semakin berkurang tingkat keparahan kemiskinan.
Di data dari BAZNAS ini secara nasional ada dampak yang positif dari penyaluran zakat. Misalkan di headcount indexnya itu dari angka 0,76 ke angka 0,57. Artinya terjadi penurunan sekitar 18% setelah zakat disalurkan dibandingkan sebelum zakat disalurkan artinya setelah program penyaluran zakat yang dilakukan oleh BAZNAS itu terjadi penurunan reduksi dari jumlah pendiduk miskin yang ada di Indonesia.

Kesimpulan 
– Zakat merupakan instrumen pertama dalam filantropi Islam dari sisi penerimaan riil
dan penyalurannya di lapangan
– Dalam beberapa kajian, BAZNAS mengemukakan ada hubungan yang riil mengenai
dampak penyaluran zakat terhadap pengurangan kemiskinan dan kesenjangan yang
terjadi pada masyarakat miskin.

Sesi Tanya Jawab

1. ​Izin bertanya. jika kita melihat secara umum, mindset penyaluran filantropi yang ada masih berkutat dalam mindset charity (memberi secara langsung) daripada empowerment (pemberdayaan) ​padahal menurut saya, akan lebih berdampak jika filakukan bentuk-bentuk kegiatan empowerment. bagaimana pendapat anda? apakah zakat bisa tersalurkan dengan model empowerment? (Ramdayy)
Jawab

Zakat untuk penyalurannya memang diatur oleh syariat kita gak bisa sebebasnya dalam menyalurkan zakat. Karena memang misalkan kenapa penerima zakat yang paling utama adalah fakir miskin. Fakir miskin tentu yang diberikan berupa kebutuhan pokok. Karena untuk mencukupi kebututhan pokoknya aja fakir miskin masih membutuhkan bantuan sehingga zakat ini tergunakan untuk itu. Kebutuhan dari fakir miskni yang paling asasi buat kehidupan mereka. Jadi jangan berpikir pengembangan ekonomi lebih lanjut.

 

Viandika Eko Pradipta (Moderator)         

Itulah kajian Samudra pada kali ini. Semoga kita mendapat berkah dan hikmah dari materi yang telah tersampaikan. Akhir kata dari kami selaku pembawa acara mohon maaf apabila ada kesalahan dalam bertutur kata dan mungkin kekurangan dalam memandu acara. Semoga kita dapat bertemu kembali di majelis ilmu selanjutnya. Mari kita tutup kajian pada sore kali ini dengan bacaan hamdalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *