KETIKS.COM – Untuk kalian yang suka membaca novel, namun mungkin ingin mencoba nuansa novel yang berbeda dari kebanyakan novel Indonesia, maka kalian bisa mencoba membaca novel Cina. (Nd)

Membaca novel adalah kegiatan yang sangat cocok untuk kamu lakukan di waktu luang. Untuk kalian yang suka membaca, namun ingin mengganti suasana atau mungkin merasa sedikit bosan dengan kisah – kisah percintaan remaja. Maka kalian bisa mencoba membaca novel bergenre historical romance (kisah romansa dengan latar belakang waktu masa lampau). Jadi kali ini ada Cina bergenre historical romance yang dapat kalian baca.

1. Chongfei Manual

Chongfei Manual, atau Panduan Memanjakan Istri adalah novel china karya Feng He You Yue yang bergenre historical fiction dan romansa. Web novel ini mengisahkan tentang Wei Luo seorang gadis kecil nan polos yang tertimpa kemalangan akibat ulah jahat oleh ibu tirinya yang ia maksudkan untuk mencelakakan dan menjebak Wei Luo. Namun ternyata tuhan memberikannya kesempatan kedua dengan cara terlahir kembali.

Di kehidupan kedua ini, dia berperilaku begitu manis di luar namun sesungguhnya adalah orang yang berbeda di dalam. Dan dalam kehidupannya ini dia bertemu dengan Pangeran Zhao Jie yang menganggapnya sebagai harta karun. Tidak peduli seberapa besar Pangeran Zhao Jie memanjakannya, tidak pernah ada kata cukup.

Baca Juga: Rekomendasi Webtoon yang Indonesia Banget (Part 2)

Delapan Harta Pernikahan

Novel ini juga dikenal dengan judul Eight Treasure Trousseau. Penulis novel ini adalah Yue Xia Die Ying / Butterfly’s Shadow Beneath the Moon. Web novel ini publish pada tahun 2014 dan saat ini telah tamat. Kisah ini berawal saat titah perkawinan antara Pangeran Xian dengan putri dari Kediaman Marquis Yi’an. Namun orang – orang di Kota Jing berpikir bahwa pernikahan ini merupakan kemalangan bagi Pangeran Xian.

Karena dari rumor yang beredar putri kediaman Marquis Yi’an adalah seorang yang tanpa kecantikan. Namun yang terdengar seringkali yang tak benar, yang terlihat tak selamanya dapat kamu percaya. Siapa yang tahu, apa kebenaran yang sesungguhnya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *